Tampilkan postingan dengan label Keamanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keamanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Desember 2010

Bangkai Makhluk Aneh Ditemukan di San Carlos

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com



Dua pemburu asal San Carlos, Arizona, akhir Desember lalu dilaporkan telah menemukan satu bangkai hewan aneh yang tidak diketahui dengan ciri-ciri gigi taring yang membengkok. Sejumlah orang menilai kemungkinan makhluk itu adalah Chupacabra, monster pengisap darah yang legendaris.


Sebagaimana diberitakan The Morning Star, bangkai misteri tersebut disebutkan mirip seekor kucing. Namun ada beberapa perbedaan yang mencolok. Bangkai hewan itu memiliki taring yang membengkok.

Selain itu, ia juga memiliki kaki depan yang lebih panjang dibanding kucing pada umumnya. Satu hal yang menarik adalah bangkai itu sepertinya memiliki sisa bagian tubuh yang bisa jadi merupakan bekas sayap pada punggungnya.


Taring panjang dan kaki depan yang lebih panjang umumnya adalah deskripsi yang diberikan untuk Chupacabra. Namun untuk makhluk yang satu ini, belum ada penjelasan resmi mengenai identitasnya.


Bangkai itu ditemukan oleh dua pemburu di sebuah wilayah terpencil di San Carlos, Arizona. Setelah menemukan bangkai itu, mereka kemudian memberikannya kepada otoritas setempat untuk diidentifikasi.

Minggu, 21 November 2010

Gempa yang Mengintai Jakarta

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com


Masih lekat dalam ingatan Safarudin, saat Jakarta diguncang gempa tahun lalu. Rabu, 2 September 2009, pukul 14.55 wib, tukang ojek 27 tahun yang biasa mangkal di dekat Wisma Nusantara itu terhenyak, ketika bumi yang dipijaknya bergoyang keras.

“Kreeek…kreeek,” bunyi itu terdengar dari atas, begitu keras di tengah deru kendaraan yang lalu-lalang di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, yang mulai memadat. Safar menengadah ke langit, gedung-gedung jangkung di sekelilingnya terlihat berayun-ayun seolah-olah hendak rubuh menimpanya.

Belum selesai ia mencerna apa yang tengah terjadi, sekonyong-konyong orang-orang dari dalam gedung Wisma Nusantara terbirit-birit berhamburan keluar gedung. “Gempa… gempa..” Tanpa pikir panjang lagi, Safar melompat ke motornya. Ia pacu gas sekencang-kencangnya menyusuri Jl Sutan Syahrir, menjauh dari rimba pencakar langit di pusat kota itu.

Tak jauh dari situ, Sianto Wongjoyo, salah seorang Manajer di Dell Indonesia masih ‘terperangkap’ di kantornya yang berada lantai atas Menara BCA Grand Indonesia Jakarta. Kantor Dell yang baru setahun pindah ke gedung itu, memang terletak lumayan tinggi, yakni di Lantai 48 dari 57 lantai yang ada.

Saat kantornya mulai bergoyang, Sianto tengah rapat. Biasanya ia tak terlalu sensitif terhadap gempa. Namun kali itu guncangan gempa cukup besar untuk menyadarkannya. Lantai bergoyang, kaca-kaca kantor bergetar, dinding-dinding berderak. “Kali ini harus saya akui, benar-benar hebat guncangannya,” Sianto menggambarkan.

Dengan sigap, petugas keamanan memandu para karyawan berkumpul di lorong lift. Dalam hati, Sianto tak lepas berdoa. Menunggu cemas, hingga akhirnya gempa berhenti. Sesaat kemudian, semua dievakuasi keluar gedung, menyusuri anak tangga satu persatu. Jarak 48 lantai memang cukup membuat lutut sedikit linu. “Lumayan capek sih.” Di bawah, ribuan pengunjung dan karyawan yang berkantor di Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Wisma Nusantara, Hotel Nikko, sudah menyemut.

Jangan lupa, Jakarta juga masih punya sekitar 1400 gedung tinggi lainnya. Praktis, aktivitas perkantoran di banyak tempat di Jakarta lumpuh sesaat. Padahal, episentrum gempa saat itu berada di perairan selatan Jawa antara Sukabumi dan Bandung, atau tepatnya di koordinat 7,809 derajat Lintang Selatan dan 107,259 derajat Bujur Timur.

Di Jawa Barat Gempa berkekuatan 7,3 SR itu merenggut setidaknya 79 nyawa, 21 korban hilang, 63.717 rumah rusak berat, dengan perkiraan kerugian lebih dari Rp 300 miliar. Sementara di Jakarta, tak ada korban jiwa dan kerusakan yang berarti. Hanya saja, beberapa gedung mengalami keretakan di sana sini. Setidaknya peristiwa itu mengingatkan semua bahwa Jakarta bukan tempat aman dari ancaman gempa.

Menurut Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Profesor Riset Hery Harjono, secara umum wilayah Jakarta memiliki formasi geologi berusia muda. Lapisan paling atas umumnya berupa tanah lunak yang terdiri dari lempung dan lempung pasiran yang berasal dari endapan pantai dan endapan akibat banjir yang berasal dari periode holosen akhir (berusia sekitar 12 ribu tahun).

Kemudian, di bawahnya terdapat endapan aluvial volkanik yang berasal dari pleistosen akhir (berusia lebih dari 12 ribu tahun). Di bawahnya terdapat endapan marine dan non-marine berumur Pleistosen Awal (sekitar 2.588 juta tahun). Di bagian paling bawah terdapat batuan berumur tersier (1,8 juta - 6,5 juta tahun).

Ir Engkon K Kertapati, peneliti pada Pusat Survei Geologi – Badan Geologi, mengatakan bahwa Jakarta berada di atas tanah yang sangat lemah dan rentan terhadap guncangan gempa. Secara geologi, Jakarta terbagi dua wilayah; Jakarta bagian utara di mana permukaan tanahnya merupakan tanah lunak berusia holosen, dan Jakarta bagian selatan yang lapisan tanahnya relatif lebih padat dan berusia lebih tua (pleistosen).

Bila gempa kuat terjadi, wilayah Jakarta utara paling rawan mengalami proses likuifaksi alias amblasnya permukaan tanah karena perubahan sifat tanah dari padat menjadi air karena gempa. Selain itu, sifat tanah di wilayah utara itu juga akan merambatkan getaran gempa sehingga mengalami amplifikasi atau perbesaran guncangan terhadap gedung-gedung di atasnya.

Menurut Engkon, ini yang membuat Jakarta juga turut merasakan guncangan gempa Tasikmalaya yang pusatnya berjarak hampir dua ratus km dari Jakarta. Saat itu, wilayah Utara Jakarta mengalami amplifikasi gempa hingga 2 kali, sementara wilayah selatan Jakarta mengalami amplifikasi gempa sebesar 1,5 kali.

Oleh karenanya, ahli Gempa LIPI Dr Danny Hilman Natawidjaya mengatakan bila gempa Tasik bermagnitudo lebih besar, misalnya lebih dari 8SR, maka gempa itu bisa memporakporandakan Jakarta. “Ini bisa mematikan, seperti kejadian gempa di Meksiko tahun 1985,” kata Danny. Saat itu, ia menjelaskan, sumber gempa berjarak lebih dari 300 km. Namun, dengan kekuatan gempa sebesar 8,1 SR, gempa itu meratakan kota Mexico City.

Badan survei geologi AS, USGS, menyebutkan, setidaknya 9.500 orang tewas, 30 ribu orang terluka, lebih dari 100 ribu orang menggelandang karena rumah mereka hancur, 412 bangunan tumbang dan 3.124 bangunan lainnya rusak di Mexico City, dengan jumlah kerugian mencapai US$ 3 – 4 miliar. 60 persen dari bangunan-bangunan di daerah lain seperti Ciudad Guzman, Jalisco juga musnah.

Dari catatan Prof Masyhur Irsyam, pakar teknik sipil ITB yang juga kepala tim revisi Peta Gempa Indonesia 2010, pusat gempa Meksiko terjadi di bawah garis pantai Pasifik Meksiko. Episentrumnya berjarak 380 km dari Mexico City.

Lalu kenapa jarak pusat gempa yang begitu jauh tetap bisa mengoyak bangunan-bangunan di Mexico City? Ternyata kota itu berdiri di atas endapan lempung vulkanik yang berusia kurang dari 2.500 tahun. Ini menyebabkan getaran gempa di permukaan tanah bisa mengalami amplifikasi antara 4-5 kali, dan amplifikasi gempa pada bangunan bisa mencapai 21 kali lipat dari getaran di batuan dasar.

Proses amplifikasi pada Gempa Meksiko (courtesy: Prof Masyhur Irsyan)

Di Jakarta sendiri, gedung-gedung yang dibangun, musti memenuhi standar tahan gempa hingga 8 Skala Richter. Menurut Hermawan Sarwono, Direktur Utama perusahaan kontraktor umum PT Insani Daya Kreasi, gedung-gedung di Jakarta yang dibangun pasca 1989 sudah harus memenuhi persyaratan struktur gedung dan kinerja struktur gedung sesuai dengan Standar Nasional Indonesia 1989.

“Bahkan, standarisasi pembangunan gedung pada 2002, ditingkatkan lagi melalui SNI 03-1726-2002 yang jauh lebih ketat dari standar SNI 1989,” kata Hermawan lagi. Namun, kata Masyhur, ada beberapa tahapan yang perlu dilewati dalam sebuah perencanaan bangunan di Jakarta agar tahan gempa.

Pertama, harus diketahui goyangan atau percepatan di batuan dasar. Angka ini bisa diperoleh dari Peta Gempa Indonesia 2010, di mana percepatan di batuan dasar (Peak Base Acceleration/ PBA) Jakarta adalah 0.19 g (g = gravitasi bumi = 981 cm per detik kuadrat) untuk 10 persen kemungkinan terjadinya dalam 50 tahun dan untuk perioda ulang gempabumi 475 tahunan.

Setelah itu, perlu diketahui pula percepatan di permukaan tanah dengan menghitung efek kondisi tanah setempat, misalnya apakah tanah lunak atau tanah keras. Untuk Jakarta, goyangan di batuan dasarnya bisa saja sama, namun goyangan di permukaan tanah Jakarta Utara dan Jakarta Selatan berbeda, karena perbedaan tanahnya.

Yang terakhir, perlu diperhitungkan goyangan di bangunannya sendiri, yang didasarkan pada perilaku bangunan tersebut. "Dengan mengetahui goyangan pada bangunan, maka dapat dihitung besarnya gaya gempa pada bangunan,” kata Masyhur.

Padahal, hingga kini Jakarta masih belum memiliki peta mikrozonasi gempa, yang bisa secara lengkap menyediakan informasi peta kelabilan tanah, termasuk angka percepatan/ goyangan di permukaan tanah di masing-masing wilayah Jakarta. “Sayangnya di Jakarta kita tidak punya,” kata Masyhur.

Padahal, Jakarta diintai oleh beberapa sesar aktif yang siap ‘menyuplai’ getaran gempa yang bisa sampai ke wilayah Jakarta. Di antaranya adalah Sesar Cimandiri dengan magnitudo gempa 7,2 SR dan kecepatan pergerakan tanah 4 mm per tahun, sesar Lembang dengan magnitudo gempa 6,5 SR dan kecepatan pergerakan tanah 1,5 mm per tahun, dan Sesar Sunda dengan magnitudo gempa 7,2 SR dan kecepatan pergerakan tanah 5 mm per tahun.

Belum lagi rumor adanya sesar purba bernama Sesar Ciputat yang konon terbujur dari Ciputat hingga ke daerah Kota. Danny Hilman mencurigai keberadaan sesar ini dari keberadaan sumber mata air panas di sekitar Gedung Arsip Nasional. Meski patahan aktif Jakarta belum terdeteksi, kata Danny, sejarah mencatat gempa besar pernah meluluhlantakkan Jakarta yaitu gempa yang terjadi pada 1699 dan 1852.

Namun, tak semua setuju dengan indikasi keberadaan sesar di Jakarta. “Secara pribadi saya katakan Sesar Ciputat tidak ada,” kata Engkon. Sebab, Jakarta tak memiliki sumber gempa dangkal yang merupakan indikasi dari kegiatan sesar. Namun, Engkon sepakat dengan Danny mengenai kejadian gempa 1699 yang sempat mengguncang Jakarta.

Gempa tahun 1699, kata Engkon berpusat di selatan Gunung Gede, yang menyebabkan terjadinya kerusakan bangunan dan kerusakan parah di sekitar Hanjawar, Puncak. Sir Thomas Stamford Raffles juga mencatat dalam bukunya History of Java, "Gempa 1699 memuntahkan lumpur dari perut bumi. Lumpur itu menutup aliran sungai, menyebabkan kondisi lingkungan tak sehat, kian parah.”

Menurut buku Encyclopedy of World Geography, gempa ini juga menyebabkan Sungai Ciliwung tertutup oleh longsor lumpur, dan pohon-pohon yang bertumbangan, sehingga terjadi banjir di banyak tempat. Tak sampai seabad kemudian, gempa kembali melanda Jakarta pada 1780.

Sebuah Buku berjudul Transits of Venus: New Views of the Solar System and Galaxy mencatat bahwa Observatorium Mohr yang terletak di Batavia, adalah observatorium yang sukses melaporkan beberapa kejadian Transit of Venus (kondisi saat Matahari Venus dan bumi dalam satu garis). Namun, observatorium tersebut hancur akibat gempa tahun 1780.

Pada 27 Agustus 1883, Jakarta kembali diguncang gempa besar akibat letusan Gunung Krakatau yang memicu tsunami 35 meter dan menewaskan 36 ribu jiwa di Jawa bagian barat, dan sebelah selatan Sumatera. Dari catatan-catatan sejarah tadi, Jakarta memang pernah beberapa kali mengalami gempa hebat.

Yang jelas, kata Engkon, ancaman bagi penduduk Jakarta adalah gempa-gempa dangkal yang bersumber dari Jawa Selatan yakni dari arah zona Subduksi (Megathrust) seperti gempa Tasik. Kerentanan Jakarta akan semakin parah bila daerah-daerah tesebut padat penduduk dan bangunan-bangunannya tidak atau kurang memperhatikan aspek bangunan tahan gempa.

Oleh karenanya, Engkon menyarankan agar Jakarta bersiap sebelum bencana tiba, khususnya Jakarta Utara. Pasalnya, di wilayah ini berbagai infrastruktur penting berdiri, dari mulai pelabuhan, kegiatan ekspor impor, transportasi, daerah wisata, sentra-sentra perdagangan juga peninggalan sejarah. ”Sebab, bagaimanapun juga, gempa bumi tidak akan membunuh manusia. Tapi, bangunan roboh lah yang bisa membunuh manusia,” kata Engkon.

Sumber (disadur dari Sumber ini)

Minggu, 07 November 2010

Jaga Obama, 3 Panser Disiagakan di Sekitar Balairung UI

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com


panser_amankan_ui.jpg panser_amankan_ui picture by jazz_cries

Jakarta - Universitas Indonesia (UI) bersiaga menjelang kedatangan Presiden AS Barack Obama ke kampus yang berada di Depok, Jawa Barat, itu. Pengamanan diperketat bahkan 3 panser disiagakan di sekitar Balairung UI, tempat Obama akan berpidato.

Pantauan detikcom, Senin (9/11/2010), selain panser, juga disiagakan 3 water cannon di sekitar Balairung UI.
Demikian pula diparkir juga 2 unit mobil pemadam kebakaran dan 2 unit ambulans.

3 Satuan setingkat kompi (SSK) Polri dan 150 personel TNI bersenjata laras panjang berjaga-jaga di setiap perempatan dan pertigaan kampus UI.

"Kita hanya persiapan-persiapan saja. Belum ada perintah apa-apa," kata salah satu anggota TNI yang berjaga.

Namun tidak terlihat spanduk dan umbul-umbul untuk menyambut kedatangan Obama. Mahasiswa dan karyawan UI beraktivitas seperti biasa dan perkuliahan tetap berjalan.

Pukul 10.00 WIB hari ini akan datang Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan Kapolres Depok Kombes Fery Abraham. Keduanya akan mendengarkan pemaparan dari pihak Rektorat UI.

Obama dijadwalkan berada di Jakarta pada Selasa-Rabu 9-10 November. Menurut rencana, selain bertemu SBY, Obama juga akan berpidato di Masjid Istiqlal, meletakkan karangan bunga di TMP Kalibata dan berpidato di tempat terbuka, yang belakangan disebut bertempat di kampus UI.

Obama telah melakukan lawatannya selama 10 hari di negara-negara Asia. Saat ini Obama masih berada di India untuk melakukan kunjungan bilateral.

Keberangkatan Obama ke Indonesia ini sempat tertunda selama dua kali karena masalah dalam negeri yaitu mengawal RUU Kesehatan yang bersejarah dan bencana lingkungan tumpahan minyak di Teluk Meksiko.

Sumber

Minggu, 24 Oktober 2010

Kenapa makanan di pesawat rasanya menjadi kurang enak?

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com



Satu studi dari Unilever dan Universitas Manchester baru baru ini menemukan jawaban dari makanan di pesawat terbang tidak enak ketika dimakan. Padahal pihak penerbangan pasti memberikan yang terbaik untuk penumpang, bahkan dari sisi makanan.

Ternyata dampak dari kebisingan pesawat rupanya menjadi penyebab mengapa rasa makanan berubah. Hasil studi dilakukan dari 48 orang. Mereka di tutup matanya dan di uji untuk merasakan makanan manis , asin sampai uji coba merasakan keripik kentang. Bedanya setiap makanan , pada headphone mereka diberikan ketenangan suara sampai suara yang berisik. Lalu para responden diminta memberikan pendapat atas makanan yang diberikan.
Hasilnya ketika suara bising dimunculkan, makanan menjadi kurang asin atau manis.Berbalik dengan kurangnya rasa, untuk rasa renyah malah lebih terasa ketika suara bising muncul.

Mobil, Pesawat dan Helikopter Presiden Amerika

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com

Cadilac One



Produk ini dikeluarkan oleh General Motors (GM) Cadillac, yang didesain khusus untuk melindungi orang nomor satu AS tersebut dalam kegiatan dinas kesehariannya.
Limousine yang biasa disebut The Beast ini memiliki spesifikasi khusus layaknya tank perang untuk melindungi nyawa Obama. Meski Secret Service AS pada awalnya tidak melansir detail Cadillac One kepada publik dengan alasan keamanan, namun akhirnya detail tersebut terkuak juga ke masyarakat.

Chassis mobil ini tidak berbeda dengan rangka truk berukuran medium, dan diperkuat dengan kevlar dan logam setebal 5 inch di bawah mobil untuk menahan ledakan bom dan granat. Sementara, Body mobil ini merupakan perpaduan eksterior Cadillac STS and DTS, yang dibuat dari baja hardened (yang dikeraskan), titanium, aluminium dan dilapis keramik untuk menahan serangan peluru penembus metal.

AIR FORCE ONE



Tidak peduli ke manapun Presiden Amerika bepergian antar pulau, maka ia akan menggunakan pesawat jet yang dikenal dengan nama Air Force One. Secara teknis, nama Air Force One adalah julukan dari setiap pesawat Angkatan Udara yang membawa Presiden Amerika. Dalam kenyataannya, Air Force One yang digunakan merujuk pada seri pesawat Boeing 747-200 dengan kode 28.000 dan 29.000.

Air Force One adalah salah satu simbol yang paling dikenal dari Presiden Amerika, tidak hanya dikenal di Amerika saja, namun simbol tersebut sudah dikenal di dunia. Air Force One dihiasi dengan kata dan bendera Amerika.

Pesawat ini mampu melakukan pengisian bahan bakar di udara, sehingga Air Force One memiliki jangkauan tak terbatas dan dapat membawa Presiden ke manapun. Air Force One dilengkapi dengan peralatan komunikasi canggih yang aman, yang memungkinkan pesawat untuk berfungsi sebagai pusat komando mobile jika suatu saat terjadi serangan terhadap Amerika Serikat.

Di dalam pesawat ini, Presiden Amerika dan rombongannya dapat menikmati 4.000 meter persegi luas lantai, yang terbagi dalam tiga tingkat, termasuk sebuah suite yang luas khusus untuk Presiden yang memiliki kantor besar di dalamnya, termasuk kamar mandi dan ruang konferensi. Air Force One juga memiliki suite medis yang dapat berfungsi sebagai ruang operasi termasuk dokter.

Air Force One juga memiliki tempat bagi mereka yang mendampingi Presiden, termasuk penasihat senior, petugas Secret Service dan tamu lainnya. Beberapa pesawat kargo biasanya terbang di depan Air Force One untuk menyediakan berbagai layanan yang dibutuhkan oleh Presiden jika melakukan perjalanan di daerah terpencil.

Air Force One dikelola dan dioperasikan oleh Airlift Group, bagian dari Kantor Militer Gedung Putih. Grup Angkutan Udara ini didirikan pada tahun 1944 sebagai Kantor Pilot bagi Presiden, yang dimulai dari Presiden Franklin D. Roosevelt. Pada tahun 1962, Presiden John F. Kennedy menjadi Presiden pertama yang terbang di dalam pesawat jet sendiri, yaitu sebuah Boeing 707. Selama bertahun-tahun, beberapa pesawat jet lainnya telah digunakan, salah satunya adalah pesawat Air Force One ini, yang telah digunakan sejak tahun 1990, saat tahta kepresidenan dipegang oleh George HW. Bush.

Marine One



Penggunaan pertama helikopter untuk transportasi kepresidenan dilakukan pada tahun 1957, ketika Presiden Amerika Eisenhower membutuhkan cara cepat untuk mencapai rumah musim panas. Air Force One terlalu besar untuk perjalanan singkat tersebut, sementara lalu lintas akan terganggu oleh perjalanan presiden dalam iring-iringan mobil yang jumlahnya dapat membuat kemacetan di beberapa ruas jalan. Eisenhower memerintahkan stafnya untuk menyiapkan transportasi alternatif, dan pada akhirnya, sebuah Sikorsky H-13 yang berbentuk sebuah helikopter ditugaskan untuk membawa presiden. Namun pada awalnya, helikopter ini kurang nyaman karena tidak memiliki toilet.

Pada tahun 1958, H-13 digantikan oleh Sikorsky H-34, dan pada tahun 1961 oleh VH-3A. Tidak lama setelah modus transportasi dengan menggunakan helikopter diperkenalkan kepada presiden, maka di Gedung Putih segera disiapkan zona pendaratan helikopter kepresidenan, lengkap dengan sarana penyambutan protokoler.

Pada tanggal 16 Juli 2009, untuk pertama kalinya, Marine One terbang dengan berawak seluruhnya perempuan, sebagai penghormatan atas Mayor Jennifer, wanita pertama yang pernah membawa presiden dengan helikopter.

Selasa, 19 Oktober 2010

Massa Pro SBY Tiba di Depan Istana Negara

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com



Ratusan orang yang menamakan diri ARUS (Aliansi Rakyat Untuk SBY) melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta. Dalam aksinya mereka meminta SBY tidak diadili dan divonis atas kegagalannya memimpin Indonesia.

"Satu tahun pemerintahan SBY-Boediono bukan momen untuk mengadili dan memvonis bahwa pemerintahan telah gagal," ujar Koordinator Nasional ARUS, Akhmad Suhaimi saat ditemui di sela-sela aksi di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/10/2010).

Sementara itu berdasarkan pemantauan Tribunnews.com di lokasi demonstrasi massa ARUS tampak sedang melakukan aksi unjuk rasa dan orasi. Mereka juga menyetel musik yang diperdengarkan melalui dua speaker besar.

Aparat kepolisian juga terlihat berjaga-jaga, untuk arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat arah Bundaran HI tampak sedikit tersendat.

Sumber (disadur dari sumber ini)

Lokasi Aksi Massa Hari ini (20 Oktober 2010)

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com



Peringatan satu tahun pemerintahan SBY-Boediono yang jatuh pada hari ini, Rabu (20/10/2010), diwarnai gelombang unjuk rasa di sejumlah ruas jalan Ibu Kota Jakarta.

Berdasarkan data yang diterima TMC Polda Metro Jaya, setidaknya ada lebih dari 10 lokasi yang akan menjadi sasaran massa untuk menyuarakan orasinya. Dua tempat yang diperkirakan akan terus ramai sejak pagi ini adalah Istana Negara Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, dan Bundaran HI. Istana mulai akan kedatangan dari berbagai kelompok masyarakat yang berbeda mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Sedangkan Bundaran HI akan diserbu pendemo sejak pukul 06.00 WIB ini.

Kantor Wapres di Jalan Merdeka Selatan Jakarta Pusat, juga tak luput dari aksi demo. Aksi dijadwalkan akan berlangsung hingga sore hari pukul 16.00 WIB.

Masih di jam yang sama, elemen masyarakat lainnya akan menggelar orasi di depan Kantor Menakertrans, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Massa akan melanjutkan aksinya ke tempat lain yaitu, Bundaran HI, Kedubes Korea Selatan, Jalan MH Thamrin, Kedubes Jepang, Jalan MH Thamrin, Patung Kuda Jalan Medan Merdeka Barat, dan Istana Negara Jalan Medan Merdeka Utara.

Para pendemo juga dijadwalkan akan menyambangi Kantor Mahkamah Agung Jalan Medan Merdeka Utara, pukul 10.00 WIB, dan akan melanjutkan aksi ke depan Istana Negara.

Hampir bersamaan, 3 aksi demo lainnya juga akan berlangsung, yaitu di Kantor Disnakertrans DKI Jakarta, Jalan Prapatan, Petronas di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dan Gedung Joeang 45 Jalan Menteng Raya. Massa akan lanjut bergerak ke Bundaran HI dan Gedung MPR/DPR.

Depan Bioskop Megaria Menteng, Jakarta Pusat juga akan menjadi lokasi demo pada hari ini pukul 09.00 WIB.

Pukul 11.00 WIB aksi unjuk rasa digelar di depan Kantor LBH Jakarta, Jalan Kimia, Jakarta Pusat. Kantor KPK juga tak ketinggalan dari sasaran pendemo. Massa direncanakan memulai orasinya pada pukul 13.00 WIB.

Kantor KPU Depok kembali akan kedatangan pengunjuk rasa hari ini pada pukul 10.00 WIB.

Memasuki sore hari sekitar pukul 16.00 WIB unjuk rasa juga akan masih terjadi. Lokasi yang akan menjadi tempat unjuk rasa adalah Central Park Ballroom, Jalan Letjen S Parman, Jakarta Barat.

Para pengguna lalu lintas diharapkan untuk mewaspadai titik-titik yang dijadikan tempat untuk melakukan unjuk rasa karena konsentrasi massa yang besar diperkirakan bisa menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi.

Sumber (disadur dari sumber ini)

Senin, 18 Oktober 2010

Demo Besar 20 Oktober Hanya Mimpi, Tak Mungkin Gulingkan SBY

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com




Isu demonstrasi besar pada 20 Oktober mendatang dinilai hanya gosip saja. Apalagi sampai bercita-cita menggulingkan SBY, niatan itu justru dinilai sangat tidak masuk akal.

"Itu hanya mimpi, tidak akan ada demo besar-besaran. Mereka hanya koar-koar saja," kata pengamat politik Hermawan Sulistiyo saat dihubungi detikcom, Selasa (19/10/2010).

Lebih lanjut menurutnya, demo besar mau disetting seperti apa pun akan sulit. Saat ini bisa dikatakan, kalangan menengah sudah merasa puas dengan kondisi yang ada. Sejak Juli ekonomi Indonesia berjalan membaik.

"Kalau sekarang mau demo, cari seribu orang saja sudah sulit. Lagi pula tidak ada tokoh yang memimpin," terangnya.

Untuk demo besar, kalau ingin membuat chaos Jakarta, minimal harus mengerahkan lebih dari 100 ribu orang. Dia yakin saat ini tidak akan bisa.

"Untuk demo bayaran saja, satu kepala sekarang Rp 100 ribu, nah jadi yang mau mengerahkan massa harus memiliki dana kuat. Dan itu harus bisa selama seminggu kalau untuk menggulingkan pemerintah. Kalau di bawah 100 ribu dan berlangsung sehari, itu mending ditinggal tidur saja," terangnya.

Selain itu menurut dia, syarat untuk penggulingan pemerintahan yang didengung-dengungkan sejumlah kalangan akan sangat sulit. Penggulingan bisa dilakukan melalui kudeta militer, people power, dan parlemen.

"Parlemen sudah dikuasai koalisi. Kudeta militer hanya bisa dilakukan Kopassus, Kostrad, dan Kodam Jaya tapi saat ini TNI loyal, dan people power sulit juga dilakukan, tidak ada demo massif dan besar-besaran saat ini," ujar Hermawan.

Sebelumnya, Mabes Polri mengimbau agar masyarakat tidak panik menghadapi isu demo besar pada 20 Oktober. Polri berharap warga tidak terpengaruh isu-isu tidak benar.

"Mungkin isu yang berkembang itu orang ingin membuat situasi nggak nyaman," ujar Kabid Penum Mabes Polri Kombes Pol Marwoto Soeto.

Santer beredar kabar, sejumlah elemen menyatakan akan menggelar aksi memperingati satu tahun pemerintahan SBY-Boediono pada 20 Oktober mendatang. Bahkan ada kabar yang menyebutkan aksi tersebut mengagendakan penggulingan Presiden SBY.

Sumber