Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Januari 2011

Oktovianus Maniani layak ke Eropa

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com



Penampilan gemilang Oktovianus Maniani di ajang Piala AFF yang baru saja usai ternyata menuai banyak pujian. Tak hanya pujian dari dalam negeri, sejumlah media luar negeri pun menganggap pemainsayap Sriwijaya FC ini layak merumpur di Eropa.

Salah satu kolumnis media asing yang memuji Okto adalah John Duerder, kolumnis ESPN. Dalam kolomnya yang terbit hari Minggu (2/1), Duerden sangat mengagumi permainan pemain kelahiran Jayapura ini saat menusuk di sayap kiri.

"Permainan Okto sangat enak dilihat saat dia menusuk di sisi kiri dan dengan usia yang baru 20 tahun, dia masih bisa berkembang," tulis Duerden.

Bahkan, Duerden tak segan-segan menyebut Okto sebagai Ryan Giggs dari Indonesia.

"Namun, jika Ryan Giggs Indonesia ini ingin menyamai pemain aslinya dia harus menambah kecepatannya serta dilengkapi dengan penyelesaian akhir yang akurat," imbuh Duerden.

Dan dalam kolomnya itu, Duerden menempatkan Okto bersama sembilan pemain muda Asia lainnya yang menurut dia sangat layak bermain di kancah liga-liga sepakbola Eropa.

Selama perhelatan Piala AFF lalu, Okto menjadi kepercayaan pelatih Alfred Riedl di sisi kiri Indonesia hampir di seluruh pertandingan Indonesia. Okto berperan besar membantu Indonesia melangkah ke final sebelum digagalkan Malaysia.

Sayangnya di leg kedua final Okto absen karena akumulasi kartu kuning.

Sepanjang turnamen itu, Okto berhasil mencetak satu gol saat Indonesia membekap Laos 6-0.

Inilah pesepakbola muda Asia yang dinilai layak merumput di Eropa
1. Deng Zhuoxiang (Shandong/China)
2. Ismail Matar (Al Wahda/UAE)
3. Koo Ja Cheol (Jeju United/Korea Selatan)
4. Kawin Thamsatchanan (Muang Thong United/Thailand)
5. Yasser Al Qahtani (Al Hilal/Arab Saudi)
6. Octavianus Maniani (Sriwijaya/Indonesia)
7. Karim Ansarifard (Saipa/Iran)
8. Jungo Fujimoto (Shimizu S-Pulse Jepang)
9. Alexander Geynrikh (Pahktakor/Uzbekistan)
10. Firas Al-Khatib (Al Qadsia/Syria)

Sumber

Kamis, 30 Desember 2010

Indonesia juara tanpa mahkota

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com



Jakarta - Trofi Piala AFF 2010 boleh saja direngkuh oleh timnas Malaysia. Tapi dari ukuran performa, Indonesia pantas menepuk dada karena masih lebih baik dari sang juara.

Malaysia memastikan diri jadi kampiun Piala AFF 2010 setelah di partai final leg II, Rabu (29/12/2010), hanya kalah 1-2 di kandang Indonesia. Bermodal kemenangan 3-0 di leg I, 'Harimau Malaya' jadi juara dengan agregat 4-2.

Hanya jadi runner-up, Indonesia tidak lantas harus bermuram-durja. Statistik di situs resmi turnamen menunjukkan kalau 'Pasukan Garuda' adalah yang terbaik selama gelaran Piala AFF 2010.

Dengan melakoni tujuh laga sampai partai final, Indonesia memuncaki klasemen statistik Piala AFF 2010 dengan catatan 6 kemenangan dan 1 kekalahan sehingga layak diganjar 18 poin.

Malaysia sementara itu hanya menempati posisi dua di bawah Indonesia. Dengan jumlah pertandingan sama, Malaysia hanya mengantongi poin 11 hasil dari 3 kemenangan, 2 hasil imbang dan 2 kekalahan.

Indonesia juga menjadi tim tersubur dalam turnamen dengan 17 gol, unggul atas Malaysia yang bikin 12 gol. Selisih memasukkan-kemasukan Indonesia juga paling oke yakni 11 (17-6), kembali unggul dari Malaysia yaitu 4 (12-8).

Firman Utina cs lagi-lagi menjadi tim terbaik dalam urusan menebar serangan ke gawang lawan. Tercatat ada 43 tembakan yang mereka lancarkan sepanjang turnamen, dengan 24 di antaranya mengarah ke gawang lawan. Malaysia? mereka membuat 31 tembakan dengan 22 di antaranya mengarah ke gawang.

Jadi, Malaysia boleh saja jadi kampiun dan bersanding dengan piala. Tapi jika bicara performa, Indonesia-lah juaranya.

Sumber

Bonus Total Timnas Rp 3,5 M

Media Monitoring, Analysis and Tracking, Information System Consultant, Software-Web Develoment and Maintenance, Computer Network Supply and Installation, Purchasing Service
Cakrajiya Ciptana (CCi)
http://www.cc-indonesia.com



Jakarta - Meski tidak berhasil menjuarai AFF Suzuki Cup 2010, timnas Indonesia tetap tidak kekeringan bonus. Setidaknya, uang sebesar Rp 3,5 miliar telah dibagikan kepada punggawa tim 'Garuda'.

Jumlah ini memang tidak sebesar jumlah yang dijanjikan pengurus PSSI, yakni Rp 5,5 miliar, apabila Indonesia berhasil keluar sebagai juara. Tapi angka Rp 3,5 M terhitung luar biasa.

"Ya, kalau kita juara seharusnya dapat Rp 5,5 miliar," ungkap asisten manajer timnas Iwan Budianto saat berbincang dengan detikSport, Kamis (30/12/2010).

"Rinciannya begini. Dijanjikan kalau lolos ke final dapat Rp 2,5 miliar, kalau juara dapat Rp 3 miliar lagi, jadi totalnya Rp 5,5 miliar," beber Iwan.

Namun di tengah jalan, PSSI memutuskan untuk memberikan bonus mulai saat timnas lolos semifinal. Demikian juga dengan ketika timnas lolos ke partai puncak.

"Lolos semifinal, timnas dapat Rp 500 juta, sudah dibagikan kepada para pemain. Lolos ke final juga sudah terima Rp 2,5 miliar. Sudah dibagikan ke pemain juga," ungkap Iwan.

Andai Indonesia juara, bonus itu bahkan bisa bertambah menjadi Rp 6,5 miliar. Namun sayangnya ekspektasi itu tidak terpenuhi sehingga para pemain 'cuma' menerima tambahan Rp 500 juta saja. Artinya, bila dihitung-hitung, timnas Indonesia mendapatkan bonus sebesar Rp 3,5 miliar.

"Karena sudah menerima Rp 2,5 miliar, kekurangannya harusnya Rp 3 miliar. Tapi PSSI kemudian memutuskan dinaikkan jadi Rp 4 miliar kalau juara. Karena kita tidak juara, apresiasi tambahannya Rp 500 juta," pungkas Iwan.

Sumber